MANAGEMENT PROSES LINUX UBUNTU DAN WINDOWS
1. MANAJEMEN PROSES
Secara umum, manajemen proses di dalam OS (operating system) Linux Ubuntu memiliki
cara dan mekanisme yang hampir sama dengan manajemen proses dalam OS turunan
UNIX (dan Linux) lainnya. Oleh karenanya dalam Bab ini, akan diberikan
penjelasan singkat mengenai manajemen proses di dalam OS berbasis Linux pada
umumnya, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan beberapa hal khusus yang
dijumpai di Linux Ubuntu.
1.1 MANAJEMEN PROSES LINUX
1.1.1 TIPE PROSES
Terdapat beberapa tipe proses yang dikenal dalam OS
berbasis Linux pada umumnya, antara lain:
Interactive : proses yang dimulai (dan
dikontrol oleh) shell[i][i][i]. Bisa tampak di luar (foreground)
ataupun hanya di dalam (background).
Batch : proses yang tidak
berhubungan dengan terminal, tetapi menunggu untuk dieksekusi secara berurutan
(sekuensial).
Daemon : proses yang dimulai ketika
Linux booting dan berjalan secara background. Proses ini menunggu
permintaan dari proses lainnya, bila tidak ada request, maka berada dalam keadaan ‘idle’.
Dalam Linux, sifat-sifat proses dibagi menjadi tiga
bagian, yakni: Identitas Proses, Lingkungan, dan Konteks.
1.1.2
IDENTITAS PROSES
Identitas proses memuat beberapa hal penting
berikut:
Process ID (PID) → pengenal unik untuk proses;
digunakan untuk menentukan proses-proses mana yang dibawa ke dalam OS saat
suatu aplikasi membuat system call[ii][ii][ii] untuk mengirim sinyal, mengubah, atau menunggu proses lainnya. PID adalah
32-bit bilangan yang mengidentifikasikan setiap proses dengan unik. Linux
membatasi PID sekitar 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan sistem UNIX
tradisional.
Mandat (Credentials) → setiap proses harus memiliki sebuah user
ID dan satu atau lebih group ID
yang menentukan hak proses untuk mengakses sumber daya sistem dan file.
Personality → tidak ditemukan dalam sistem UNIX, namun dalam Linux setiap proses
memiliki sebuah pengenal pribadi (personality)
yang dapat (sedikit) mengubah system call
tertentu secara semantic. Terutama
digunakan oleh library[iii][iii][iii] emulation agar system
call dapat kompatibel dengan bentuk tertentu UNIX.
child_stack :
pointer stack untuk proses anak
1.2 MANAJEMEN
PROSES LINUX UBUNTU
Dalam subbab ini akan dijelaskan beberapa layanan
dan komponen yang berperan dalam manajemen proses di OS berbasis Linux Ubuntu,
meliputi: menjalankan layanan saat bootup,
menjalankan proses boot loading,
menjalankan dan menghentikan layanan secara manual, tugas-tugas penjadwalan,
dan shell di Ubuntu.
1.2.1 MENJALANKAN LAYANAN SAAT
BOOTUP
Meskipun kebanyakan orang pada umumnya hanya
melihat keadaan komputer sedang hidup atau mati, dalam Ubuntu tidak hanya
terdapat dua keadaan - hidup atau mati - namun ada beberapa keadaan di
antaranya. Istilah yang digunakan adalah runlevel,
yang mengendalikan layanan-layanan sistem apa yang dimulai pada saat bootup[iv][i][v]. Layanan ini sederhananya adalah aplikasi yang
berjalan secara background yang
menyediakan beberapa fungsi yang diperlukan ke dalam sistem, seperti menangkap
informasi dari mouse dan
menampilkannya ke layar monitor, dan sebagainya.
Layanan-layanan pada umumnya di-load dan dijalankan (dimulai) selama
proses boot, sebagaimana seperti
layanan pada Microsoft Windows. Namun secara internal, Ubuntu menggunakan
sebuah sistem yang dikenal dengan Upstart
untuk fast booting, yang umum dikenal
oleh para veteran Linux.
Anda dapat mengatur hampir seluruh aspek dalam
komputer Anda dan mengatur bagaimana perilakunya setelah booting dengan mengkonfigurasi boot
scripts, atau dengan menggunakan berbagai alat system administration yang disediakan dalam Ubuntu. Pembahasan
lebih lanjut akan diberikan pada subbab berikutnya.
1.2.2 MENJALANKAN PROSES BOOT
LOADING
Mekanisme boot
loading diselesaikan melalui Basic
Input Output System atau BIOS.
BIOS adalah sebuah aplikasi yang disimpan dalam suatu chip di motherboard yang menginisialisasi
perangkat keras motherboard. BIOS
akan menyiapkan sistem agar siap me-load
dan menjalankan software yang dikenal
sebagai sistem operasi (OS).
Sebagai langkah terakhir, kode BIOS akan mencari
suatu program khusus yang dikenal sebagai boot
loader atau kode boot.
Perintah-perintah dalam kode kecil ini akan memberitahu BIOS letak kernel
Linux, bagaimana cara untuk me-load
kernel tersebut ke dalam memori, dan bagaimana untuk mulai menjalankannya.
Management Process pada Linux
Proses pada Linux merupakan aktifitas permintaan user terhadap sistem operasi. Model proses pada Linux mirip dengan UNIX, dimana prinsip dasar keduanya menggunakan fungsi fork() dan exec(). fork() digunakan untuk membuat proses
baru sedangkan exec() digunakan untuk memanggil program.
Proses pada Linux merupakan aktifitas permintaan user terhadap sistem operasi. Model proses pada Linux mirip dengan UNIX, dimana prinsip dasar keduanya menggunakan fungsi fork() dan exec(). fork() digunakan untuk membuat proses
baru sedangkan exec() digunakan untuk memanggil program.
Kedua pendekatan diatas merupakan dua hal yang berbeda, dimana
proses (child) bisa diciptakan tanpa membuka program baru, dan secara
sederhana akan meneruskan program awal (parent) untuk mengeksekusi
perintah yang sama pada program awal.
Untuk membuat proses baru, bisa dengan mengetikan perintah langsung
pada shell Linux. Proses yang dibuat bisa dalam mode foreground maupun
background. Ketika proses dijalankan lewat shell secara default akan
dijalankan dalam mode
foreground dan proses akan bergantung dari proses shell, jika shel dimatikan, maka proses yang dijalankan tadi akan ikut mati. Kebalikan dari mode diatas adalah mode background, dimana proses dijalankan dibalik layar, dan tidak tergantung
pada shell secara langsung, dan ketika shell dimatikan, proses tetap berjalan (ex: menjalankan perintah dengan diberi argumen &).
foreground dan proses akan bergantung dari proses shell, jika shel dimatikan, maka proses yang dijalankan tadi akan ikut mati. Kebalikan dari mode diatas adalah mode background, dimana proses dijalankan dibalik layar, dan tidak tergantung
pada shell secara langsung, dan ketika shell dimatikan, proses tetap berjalan (ex: menjalankan perintah dengan diberi argumen &).
Identitas Proses
Setiap proses yang dijalankan mempunyai beberapa item identitas,
diantaranya :
- Process Id (PID), tiap proses punya identitas unik yang digunakan untuk menentukan proses pada sistem operasi ketika aplikasi membuat system call untuk pensinyalan, modify, atau wait pada proses tertentu. Identitas tambahan proses berkaitan dengan group proses (berbentuk proses tree dimana terbentuk oleh perintah fork() single user) dan login session.
- Credentials, tiap proses harus berkaitan dengan satu User ID dan satu atau beberapa Group ID untuk menunjukan hak akses terhadap sumber daya yang digunakan dalam proses.
Process Environment
Pada sistem operasi Linux process environment terdiri dari dua
komponen, argumen dan environment. Argumen adalah daftar opsi tambahan
pada cli yang berkaitan dengan perilaku program ketika dijalankan,
sedangkan environment adalah daftar parameter, baik berupa variabel, direktori
home yang secara tekstual dibutuhkan oleh program.
Environment variable biasanya terdiri dari beberapa informasi seperti:
- PATH, daftar lokasi direktori dimana file executable berada.
- HOME, lokasi direktori home.
- CPPLIBS, lokasi dimana library yang berkaitan dengan program disimpan.
- HOSTNAME (*NIX) atau COMPUTERNAME (WIN32), digunakan untuk penamaan mesin.
- USER (*NIX) atau USERNAME (WIN32), user yang digunakan pada saat login pada sistem operasi.
Tool Terkait Manajemen Proses pada Linux
Aplikasi ps
Tool yang digunakan untuk melihat snapshot dari proses terkini yang
berjalan. Secara default, ps memilih semua proses dengan ID pengguna efektif
yang sama (EUID = EUID) sebagai pengguna saat ini dan terkait dengan
terminal yang sama dengan INVOKER (pemohon/user yang menjalankan ps). Ps
menampilkan ID proses (pid = PID), terminal terkait dengan proses (tname =
TTY), waktu CPU cumulated dalam [bb-] hh: mm: ss (waktu = TIME), dan nama
executable (ucmd= CMD). Output tidak terurut secara default.
Beberapa opsi yang bisa digunakan dalam ps, antara lain
Untuk melihat setiap proses pada sistem bisa menggunakan sintak
standar :
- ps –e
- ps –ef
- ps -eF
- ps –ely
Untuk melihat setiap proses pada sistem dengan menggunakan sintak BSD.
- ps ax
- ps axu
Untuk menampilkan proses dalam bentuk pohon.
- ps -ejH
- ps axjf
Mendapatkan info mengenai thread :
- ps -eLf
ps axms
Mendapatkan info mengenai sekuritas :
- ps -eo euser,ruser,suser,fuser,f,comm,label
- ps axZ
- ps –eM
Melihat setiap proses
yang berjalan sebagai root (real & effective ID) :
- ps -eo pid,tid,class,rtprio,ni,pri,psr,pcpu,stat,wchan:14,comm
- ps axo stat,euid,ruid,tty,tpgid,sess,pgrp,ppid,pid,pcpu,comm
- ps -eo pid,tt,user,fname,tmout,f,wchan
Menampilkan hanya proses ID dari firewire :
- ps -C firewire -o pid=
Menampilkan hanya nama proses dari PID 17 :
- ps -p 17 -o comm=
- Aplikasipstree
Digunakan untuk menampilkan proses yang
berjalan saat ini dalam bentuk tree.
Aplikasi htop
Program yang digunakan untuk untuk memantau proses secara
interakif. Htop merupakan program yang mirip dengan top, tetapi dengan
tambahan fasilitas tampilan scroll ke atas atau kesamping, menghentikan proses,
atau mengatur prioritas proses tanpa harus menghapal PID dari proses.
Aplikasi kill
Digunakan untuk mengirim sinyal kepada proses. Secara default kill mengirim
sinyal TERM pada proses yang artinya proses harus terminated
(diakhiri). Beberapa opsi yang bisa digunakan dalam perinta kill, antara
lain :
- kill -9 -1 Mengirim sinyal kill pada semua proses yang bisa dihentikan.
- kill -l 11 Menterjemahkan kode sinya 11 kedalam bentuk nama sinyal.
- kill 123 543 2341 3453 Mengirim sinyal default , SIGTERM, ke semua proses yang disebutkan pid nya.
Aplikasi killall
Aplikasi yang digunakan untuk mengirim sinyal default kill kepada
proses dengan parameter nama proses.
Aplikasi pkill
Aplikasi ini mirip dengan killall namun ada sedikit perbedaan, jika killall kita harus tahu nama proses/command yang akan kita terminasi, tetapi dengan pkill kita bisa melakukan terminasiterhadapproses/commandyang mengandung
nama tertentu yang diinputkan sebagai parameter pkill.
Aplikasi ini mirip dengan killall namun ada sedikit perbedaan, jika killall kita harus tahu nama proses/command yang akan kita terminasi, tetapi dengan pkill kita bisa melakukan terminasiterhadapproses/commandyang mengandung
nama tertentu yang diinputkan sebagai parameter pkill.
Aplikasi xkill
Aplikasi ini digunakan untuk memaksa x server memutuskan koneksi dengan client nya. Dengan menggunakan resource x server, program ini bisa mengakhiri koneksi client dengan menggunakan mouse dan mengarahkan sekaligus melakukan
single klik ke salah satu x client.
Aplikasi ini digunakan untuk memaksa x server memutuskan koneksi dengan client nya. Dengan menggunakan resource x server, program ini bisa mengakhiri koneksi client dengan menggunakan mouse dan mengarahkan sekaligus melakukan
single klik ke salah satu x client.
MAC OS
Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS
adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus
untuk komputer Macintosh yang menggunakan processor Power PC dan tidak
kompatibel dengan
PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86. Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001. Mac OS X adalah sistem operasi yang menggunakan kernel BSD sehingga beberapa kalangan mengatakan bahwa Mac OS X termasuk dalam keluarga Unix. Hal yang menarik dari OS ini adalah keindahan tampilannya sehingga menjadikannya panutan bagi pengembang desktop lain. Rilis terakhir Mac OS diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.
PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86. Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001. Mac OS X adalah sistem operasi yang menggunakan kernel BSD sehingga beberapa kalangan mengatakan bahwa Mac OS X termasuk dalam keluarga Unix. Hal yang menarik dari OS ini adalah keindahan tampilannya sehingga menjadikannya panutan bagi pengembang desktop lain. Rilis terakhir Mac OS diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.
Tool Manajemen Proses Mac
Semenjak masih satu keluarga dengan Linux, untuk sebagian besar manajemen
prosesnya hampir mirip dengan sistem operasi Unix dan Linux.
Activity Monitor
Aktivitas prosesor komputer, disk, memori, dan aktivitas jaringan, bisa
dipantau dengan tool Activity Monitor. Fitur-fitur yang ada ada pada
Activity Monitor:
- Penggunaan CPU
- History aktifitas CPU
- Penggunaan jaringan
- Aktifitas Disk
- Penggunaan memori
Activity Monitor bisa diakses di menu Applications / Utilities.
Tampilan Grafik CPU Usage pada Activity Monitor
Dalam Activity Monitor, CPU Usage dan CPU History menunjukkan
grafik yang terpisah untuk masing-masing core jika Mac memiliki core
prosesor sebanyak empat atau kurang, tetapi akan menunjukkan grafik
tunggal jika ada lebih dari
empat core.
empat core.
Pada gambar diatas adalah contoh tampilan Tab CPU di
Activity Monitor pada Mac yang memiliki lebih dari empat core
prosesor. Pada komputer Mac dengan prosesor yang mendukung
Hyper-Threading, Activity Monitor akan menampilkan dua grafik untuk
masing-masing core karena Hyper-Threading memungkinkan dua thread untuk
berjalan secara simultan pada setiap core. Pada Mac, grafik tunggal
menunjukkan agregasi penggunaan CPU (untuk lebih dari empar core), jika
lebih dari dua core (atau empat core virtual) yang hadir.
Gambar diatas adalah contoh tampilan floating CPU Usage pada Mac
dengan 8 core.
Membaca Penggunaan memori sitem pada Activity Monitor
Mac OS X memiliki manajemen memori yang sangat efisien. Ini akan otomatis
mengalokasikan memori dan menyesuaikan isi dari memori yang
diperlukan. Istilah “memori” seperti yang digunakan dalam artikel ini
termasuk RAM berkecepatan tinggi , memori virtual, dan file swap pada
hard disk Anda.
Empat jenis memori muncul dalam diagram pie pada Tab System Memory ini:
Free, Wired, Active, dan Inactive. Jumlah empat irisan grafik pie sama
dengan jumlah total Random-Access Memory (RAM).
Berikut adalah contoh jendela dengan tab System Memory dipilih:
- Free memory, adalah RAM yang tidak dalam posisi digunakan.
- Wired memory, informasi yang ada dalam memori dan tidak dapat dipindahkan ke hard disk, sehingga harus tetap dalam RAM. Jumlah wired memorytergantung pada aplikasi yang Anda gunakan.
- Active memory, menunjukkan data yg masih ada dalam memori dan baru saja digunakan.
- Inactive memory, informasi dalam memori yang sedang tidak digunakan, tetapi baru saja digunakan. Misalnya : ketika menggunakan Mail, kemudian keluar, maka RAM tempat penyimpanan data Mail tadi, akan ditandai sebagai Inactive memory. Inactive memory ini dapat digunakan oleh aplikasi lain, seperti halnya Free memory. Jika Inactive memory ini digunakan lagi untuk membuka Mail sebelum digunakan untuk aplikasi lain, maka proses pembukaan Mail akan lebih cepat.
- Used , adalah jumlah total memori yang digunakan.
- VM size, adalah jumlah total virtual memory untuk semua proses pada Mac.
- Page ins / Page outs, Hal ini mengacu pada jumlah informasi (akumulatif) yang dipindah/ditransfer dari RAM ke Hard Disk.
- Swap used, adalah jumlah informasi disalin ke file swap pada hard drive.
SISTEM OPERASI WINDOWS
Pada pertengahan 1980-an, Microsoft dan IBM bekerja sama untuk
mengem bangkan sistem operasi OS / 2, yang ditulis dalam bahasa assembly
untuk single prosesor Intel 80286 sistem. Pada tahun 1988, Microsoft
memutuskan untuk mengakhiri upaya bersama dengan IBM dan mengembangkan sendiri
“teknologi baru” (atau dikenal dengan NT) sistem operasi portabel untuk
mendukung OS / 2 dan aplikasi pemrograman interface POSIX (API). pada
Oktober 1988, Dave Cutler, arsitek dari sistem operasi VAX / VMS,
dipekerjakan untuk membangun Microsoft.
Awalnya, tim berencana untuk menggunakan API OS / 2 sebagai environment
asli NT, tetapi selama pengembangan, NT diubah menjadi Windows API 32-bit
yang dikenal dengan win32.
System Components
Arsitektur Windows adalah sistem modul berlapis, seperti yang
ditunjukkan pada gambar dibawah. Lapisan utama adalah HAL, kernel, dan
eksekutif, semua yang berjalan dalam mode kernel, dan koleksi subsistem
dan layanan yang ber-
jalan di modus pengguna . User-mode subsistem dibagi ke dalam dua kategori: environment subsistem, yang mengemulasikan sistem operasi yang berbeda, dan perlindungan subsistem, yang menyediakan fungsi keamanan. Salah satu keuntungan utama dari jenis arsitektur adalah bahwa interaksi antara modul yang dibuat sederhana.
jalan di modus pengguna . User-mode subsistem dibagi ke dalam dua kategori: environment subsistem, yang mengemulasikan sistem operasi yang berbeda, dan perlindungan subsistem, yang menyediakan fungsi keamanan. Salah satu keuntungan utama dari jenis arsitektur adalah bahwa interaksi antara modul yang dibuat sederhana.
Manajemen Proses
Pada sistem Operasi Windows, proses adalah unit eksekusi kode yang
dapat dijadwalkan oleh kernel dispatcher dan dimuat dari sebuah aplikasi
atau thread. Jadi, proses bisa mengandung satu atau lebih thread. Sebuah
proses dibuat ketika thread di dalam beberapa proses lain dipanggil oleh
API CreateProcess(). Rutin ini memuat setiap link library dinamis yang
digunakan oleh proses untuk menciptakan thread awal dalam proses. Thread
tambahan dapat dibuat oleh fungsi CreateThread(). Setiap thread dibuat dalam
stack sendiri, yang defaultnya adalah 1 MB kecuali ada argumen lain untuk
pemanggilan fungsi CreateThread().
Tool Manajemen Proses
Ciri khas dari sistem operasi windows adalah GUI. Dimana semua
interaksi antar user dengan sistem kebanyakan menggunakan interface
grafis, sehingga disatu sisi ini sangat memudahkan user, disisi lain user
tidak mempunyai pengalaman yang cukup dalam menggunakan CLI dari sistem
operasi windows. Beberapa tool yang bisa digunakan untuk memonitor proses
pada sistem operasi windows adalah:
Aplikasi tasklist, aplikasi yang digunakan untuk memonitor proses
pada sistem operasi windows.
- tasklist /? : menampilkan help dari tool yang berisi semua opsi dan argumen yang bisa digunakan.
·
takslist :
menampilkan daftar proses yang sedang berjalan.
Contoh. taskkill, tool digunakan untuk mematikan satu atau lebih proses
yang sedang berjalan.
- taskkill /? : menampilkan help dari taskkill
1.2.4
Tugas-Tugas Penjadwalan
Ada tiga cara untuk mengatur jadwal perintah dalam
Ubuntu. Yang pertama adalah perintah at,
yang menentukan sebuah perintah agar dijalankan pada waktu dan tanggal tertentu
dari hari ini. Perintah kedua adalah perintah batch, yang tidak lain adalah script
yang mengarahkan Anda kembali ke perintah at
dengan beberapa opsi tambahan sehingga perintah Anda berjalan pada saat sistem
dalam kondisi “idle”. Yang terakhir
adalah daemon cron, yang merupakan cara Linux dalam mengeksekusi tugas-tugas pada
suatu waktu yang telah ditentukan.
1.2.4.1 Menggunakan ‘at’ dan ‘batch’ untuk Menjalankan Tugas yang Akan
Dijalankan Kemudian
Jika terdapat suatu tugas dengan waktu tertentu
yang ingin Anda jalankan, namun tidak pada saat Anda sedang log in, Anda dapat meminta Ubuntu untuk
menjalankannya nanti dengan menggunakan perintah at. Untuk menggunakan at,
Anda harus menyatakan waktu yang Anda inginkan untuk dijalankan dan kemudian
tekan Enter. Anda selanjutnya akan
melihat prompt baru yang dimulai
dengan at>, dan apapun yang Anda
ketikkan di sana hingga Anda menekan Ctrl+D
akan menjadi perintah yang dijalankan oleh at.
Saat waktu yang ditentukan tiba, at akan menjalankan setiap perintah
satu per satu dan berurutan, yang berarti perintah berikutnya dapat bergantung
pada hasil dari perintah sebelumnya. Perhatikan contoh berikut:
[paul@caitlin ~]$ at now + 7
hours
at> wget
http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.10.tar.bz2
at> tar xvfjp
linux-2.6.10.tar.bz2
at>
job 2 at 2005-01-09 17:01
Contoh di atas memperlihatkan bahwa perintah at dijalankan setelah pukul 5 p.m.,
perintah at digunakan untuk men-download dan meng-ekstrak kernel Linux
terakhir pada saat jaringan sedang diam. +
7 hours berarti perintah akan dijalankan sejak perintah at diberikan (yakni 5 p.m.) ditambah 7
jam, sehingga download dimulai tepat
pada tengah malam.
Saat job
Anda diberikan, at akan melaporkan
nomor job, tanggal, dan waktu job tersebut akan dieksekusi; penunjuk
antrian; ditambah pemilik job (yakni
Anda). Nomor job dan penunjuk antrian
job sangatlah penting. Saat Anda
menjadwalkan sebuah job dengan at, job
tersebut ditempatkan pada antrian “a”
secara default, yang berarti akan
berjalan pada waktu yang telah ditentukan dan menggunakan jumlah sumber daya
secara normal.
Alternatif perintah lainnya, batch, tidak lain adalah script
shell yang memanggil at dengan
beberapa opsi tambahan. Opsi-opsi tersebut (-q
b –m now) menentukan agar at
berjalan pada antrian b (-q b), memberikan pemberitahuan pada user setelah selesai dijalankan (-m), dan berjalan sesegera mungkin (now). Karena batch selalu menggunakan now
sebagai penanda waktunya, Anda tidak perlu lagi menentukan waktunya, batch akan segera menjalankan
perintahnya pada saat sistem dalam kondisi “idle”.
Konfigurasi default
untuk at dan batch mengizinkan setiap user
untuk menggunakannya, yang tidak selalu merupakan hal yang diinginkan.
Pengaturan akses ditentukan melalui dua file: /etc/at.allow dan /etc/at.deny.
Secara default, at.deny ada namun kosong, sehingga mengizinkan setiap orang untuk
menggunakan at dan batch. Anda dapat memasukkan nama user ke dalam at.deny, satu per baris, untuk menolak user-user tersebut melakukan penjadwalan job.
Selain itu, Anda dapat menggunakan file at.allow, yang tidak ada secara default. Jika Anda memiliki file at.allow yang kosong, maka tidak ada
seorangpun kecuali root yang
diizinkan untuk melakukan penjadwalan job.
Seperti pada at.deny, Anda dapat
menambahkan nama-nama user pada at.allow, satu nama per baris, dan user-user itu akan memiliki hak untuk
melakukan penjadwalan job.
Anda harus menggunakan salah satu file at.deny atau at.allow. Saat seseorang mencoba untuk menjalankan at atau batch, Ubuntu akan mengecek nama user tersebut dalam at.allow.
Jika namanya tidak ada di sana, atau bila at.allow
tidak ada, Ubuntu akan mengecek nama user
tersebut di at.deny. Jika namanya
ada di sana atau bila at.deny tidak
ada, maka user itu tidak diizinkan
untuk melakukan penjadwalan job.
1.2.4.2 Menggunakan ‘cron’
untuk Menjalankan Tugas yang Akan Dijalankan Berulang Kali
Perintah at
dan batch sangat berguna bila Anda
hanya ingin mengeksekusi satu tugas pada waktu berikutnya, namun kurang berguna
bila Anda ingin menjalankan sebuah tugas yang berulang kali. Daemon cron digunakan untuk menjalankan tugas-tugas berulang kali
berdasarkan permintaan sistem dan user.
Cron memiliki pengaturan izin yang
hampir sama dengan at: para user yang terdaftar dalam file cron.deny tidak diizinkan untuk
menggunakan cron, dan user yang terdaftar dalam file cron.allow diizinkan untuk
menggunakannya. File kosong cron.deny
– default sistem - berarti setiap orang dapat mengatur job. File kosong cron.allow berarti tidak ada seorangpun kecuali root yang memiliki izin untuk mengatur job.
Ada dua tipe job:
job sistem dan job user. Hanya root yang
dapat mengedit job sistem, sementara
setiap user yang namanya terdaftar
dalam cron.allow atau tidak muncul
dalam cron.deny dapat menjalankan job user. Job sistem dikendalikan melalui file /etc/crontab, yang secara default
terlihat seperti berikut:
SHELL=/bin/sh
PATH=/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin
# m h dom mon dow user command
17 * * * * root run-parts —report
/etc/cron.hourly
25 6 * * * root test –x
/usr/sbin/anacron || run-parts —report /etc/cron.daily
47 6 * * 7 root test –x
/usr/sbin/anacron || run-parts —report /etc/cron.weekly
52 6 1 * * root test –x
/usr/sbin/anacron || run-parts —report /etc/cron.monthly
Dua baris pertama menentukan shell mana yang harus digunakan untuk mengeksekusi job dan mencari path untuk eksekusi yang akan digunakan.
Baris berikutnya dimulai dengan tanda (#) yang artinya adalah komentar, dan
karenanya diabaikan. Empat baris berikutnya adalah yang terpenting karena empat
baris itulah yang merupakan job itu
sendiri.
Setiap job
dirincikan dalam tujuh field yang
mendefinisikan waktu job dijalankan,
pemilik, dan perintah job. Lima
perintah pertama menentukan waktu eksekusi dalam urutan yang agak aneh: menit
(0-59), jam (0-23), hari dalam satu bulan (1-31), bulan dalam satu tahun
(1-12), dan hari dalam satu minggu (0-7). Untuk hari dalam seminggu, baik 0 dan
7 merepresentasikan hal yang sama yakni Minggu, selanjutnya 1 adalah Senin, 2
adalah Selasa, 3 adalah Rabu, dan seterusnya. Jika Anda ingin menyatakan setiap
waktu (yakni, setiap menit, setiap jam, setiap hari, dan seterusnya) gunakan
tanda asterisk, *.
Field selanjutnya
menunjukkan nama user dari pemilik job tersebut. Dan field terakhir adalah perintah yang akan dieksekusi.
Jadi, dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa job pertama berjalan pada menit 17,
setiap jam dari setiap hari setiap bulannya, dan mengeksekusi perintah run-parts
/etc/cron.hourly.
Sebagaimana dalam job
sistem, juga terdapat job user bagi
para user yang memiliki izin akses. Job user disimpan dalam direktori /val/spool/cron, di mana setiap user memiliki file dengan namanya
sendiri, jika tidak nama user-nya –
contohnya, /val/spool/cron/paul atau
/val/spool/cron/root. Isi dari file
ini terdiri atas job-job yang ingin
dijalankan oleh user dan mengambil
format yang sama seperti dalam file /etc/crontab,
dengan pengecualian bahwa pemilik job
tidak disebutkan karena akan selalu sama dengan nama file.
1.2.5
UBUNTU Shell
Ubuntu menyediakan shell-shell yang memiliki kapabilitas, fleksibilitas, dan sangat powerful. Setiap shell berbeda satu sama lainnya, namun memiliki berbagai perintah built-in dan command-line prompt yang dapat dikonfigurasi, dan dapat menyertakan
fitur-fitur seperti command-line history,
kemampuan untuk memanggil kembali dan menggunakan command line sebelumnya, dan kemampuan untuk mengedit command-line.
Di antara sekian banyak shell yang dapat digunakan, kebanyakan orang tetap memilih
menggunakan shell default, yakni bash. Hal ini dikarenakan bash mampu mengerjakan segala sesuatu
yang kebanyakan orang perlukan. Anda disarankan untuk mengganti shell Anda hanya jika Anda memang sangat
membutuhkannya.
Tabel 1 di bawah memperlihatkan setiap shell, bersama dengan deskripsi dan
lokasinya, dalam sistem file Ubuntu Anda.
|
Nama
|
Deskripsi
|
Lokasi
|
|
Bash
ksh
pdksh
rsh
sh
tcsh
zsh
|
the Bourne Again Shell
the Korn Shell
a symbolic link to ksh
the Restricted Shell (for network operation)
a symbolic link to bash
a csh-compatible shell
a compatible csh, ksh, and sh shell
|
/bin/bash
/bin/ksh, /usr/bin/ksh
/usr/bin/pdksh
/usr/bin/rsh
/bin/sh
/bin/tcsh
/bin/zsh
|
1.2.5.1 Shell Command Line
Anda dapat memanfaatkan shell command line untuk
melaksanakan berbagai tugas yang berbeda, meliputi:
Ø Mencari file atau
direktori dengan menggunakan pattern-matching
(kecocokan pola), atau ekspresi
Ø Memperoleh data
dari dan mengirimkan data ke sebuah file atau perintah, dikenal
sebagaipengarahan input dan output
Ø Memberi atau
menyeleksi output sebuah program ke
perintah lainnya (disebut menggunakan pipes)
Sebuah shell
juga dapat memiliki perintah kendali job
built-in untuk menjalankan command
line sebagai suatu proses background,
suspend (menghentikan sementara)
sebuah program yang sedang berjalan, menerima atau kill (membunuh) program-program yang sedang berjalan atau dalam
keadaan suspend secara selektif, dan
menjalankan berbagai tipe kendali proses lainnya.
1.2.5.2 Proses Background
Shell mengizinkan Anda
untuk memulai sebuah perintah dan kemudian menjalankannya sebagai proses background dengan menggunakan tanda ampersand (&) di akhir command line.
Cara ini biasa digunakan pada command
line dengan X terminal window untuk memulai suatu
klien dan kembali ke command line.
Sebagai contoh, untuk menjalankan jendela terminal yang lain dengan menggunakan
xterm client,
$ xterm &
[3] 1437
Dari contoh di atas diperlihatkan angka 3 yang
menunjukkan nomor job atau nomor
referensi untuk proses shell, dan
sebuah nomor PID (1437 dalam kasus ini). Jendela xterm dapat ditutup dengan menggunakan perintah built-in shell kill, bersama dengan nomor
job seperti di bawah ini:
$ kill %3
Atau proses tersebut dapat di-kill dengan menggunakan perintah kill bersama dengan PID job, seperti berikut:
$ kill 1437
Proses background
dapat digunakan dalam shell script untuk memulai perintah yang
memerlukan waktu yang lama, seperti backup:
# tar –czf
/backup/home.tgz /home &
2. PENJADWALAN
Yang dimaksud dengan penjadwalan adalah pekerjaan (job) untuk mengalokasikan waktu CPU atas tugas-tugas (tasks) yang
berbeda dalam sebuah OS.
Umumnya penjadwalan diasosiasikan dengan running dan interrupting proses; di Linux, penjadwalan juga meliputi running dari berbagai tugas kernel.
Tugas kernel yang berjalan meliputi baik
tugas-tugas yang diminta oleh sebuah proses yang sedang berjalan maupun
tugas-tugas yang berjalan secara internal atas permintaan sebuah device driver.
Sebagaimana dalam versi 2.5, algoritma penjadwalan
yang baru yang diterapkan dalam Linux adalah preemptive, priority-based.
2.1 PENJADWALAN PROSES
LINUX
Linux menggunakan dua algoritma penjadwalan
proses, yaitu:
1.
Algoritma
time-sharing
untuk preemptive scheduling wajar/
adil (fairness) di antara banyak
proses
2.
Algoritma
real-time
untuk tugas-tugas di mana prioritas absolut lebih penting daripada kewajaran (fairness)
Kelas penjadwal proses mendefinisikan algoritma
mana yang digunakan.
Untuk proses time-sharing,
Linux menggunakan algoritma berdasarkan nilai credit, prioritas.
Ø Aturan credit
Credit
:= (credit/2)+priority
Faktor baik di dalam history proses maupun prioritasnya
Ø Sistem credit ini secara otomatis
memprioritaskan interaktif atau proses I/O bound
Untuk kelas penjadwalan real-time, Linux
menerapkan FCFS dan round-robin; di kedua kasus, setiap
proses memiliki prioritas sebagai tambahan atas kelas penjadwalnya.
Ø Penjadwal menjalankan
proses dengan prioritas tertinggi; untuk proses dengan prioritas sama,
penjadwal menjalankan proses yang menunggu paling lama
Ø Proses FIFO terus berjalan
hingga mereka selesai atau di-blok
Ø Proses round-robin akan dipaksa (preempted) sementara dan dipindahkan ke
akhir antrian, sehingga proses round-robin
dari prioritas yang sama secara otomatis membagi waktu di antara mereka
2.2
Menggunakan Kendali dan Penjadwalan Prioritas di Linux Ubuntu
Tidak ada proses yang dapat menggunakan sumber daya
sistem (CPU, memori, akses disk, dan sebagainya) sesuka hatinya. Lagipula,
tugas utama kernel adalah untuk mengatur penggunaan sumber daya sistem dengan
adil. Caranya adalah dengan memberikan prioritas kepada setiap proses sehingga
beberapa proses memiliki akses yang lebih baik atas sumber daya sistem,
sementara beberapa proses lainnya mungkin harus menunggu sedikit lebih lama
hingga giliran mereka tiba.
Penjadwalan prioritas dapat menjadi alat yang
sangat berguna dalam mengatur aplikasi pendukung sistem atau dalam situasi di
mana penggunaan CPU dan RAM harus diatur atau dialokasikan untuk tugas
tertentu. Dua aplikasi turunan yang disertakan dalam Ubuntu adalah perintah nice dan renice. (nice adalah
bagian dari paket GNU[i][i][viii] sh-utils,
sedangkan renice diwariskan dari BSD[i][ii][ix] Unix).
Perintah nice
digunakan dengan opsi –n bersama dengan suatu pernyataan dalam range -20 hingga
19, dalam urutan dari prioritas tertinggi hingga terendah (semakin rendah
angkanya, semakin tinggi prioritasnya). Sebagai contoh, untuk menjalankan klien
‘gkrellm’ dengan prioritas rendah, gunakan perintah nice seperti berikut:
$ nice –n 12
gkrellm &
Perintah nice
pada dasarnya digunakan untuk tugas-tugas disk
atau CPU yang berat sehingga mungkin dapat menyebabkan penurunan kinerja
sistem. Perintah renice dapat
digunakan untuk me-reset prioritas dari proses yang berjalan atau mengendalikan
prioritas dan penjadwalan seluruh proses yang dimiliki oleh seorang user.
Administrator sistem juga dapat menggunakan
perintah time untuk mendapatkan
informasi tentang seberapa banyak waktu dan seberapa besar sumber daya sistem
yang dibutuhkan untuk sebuah tugas. Perintah ini digunakan bersama dengan
perintah (atau script) lainnya
sebagai argumen seperti contoh berikut:
# time –p find
/ -name core –print
/dev/core
/proc/sys/net/core
Real 61.23
User 0.72
Sys 3.33
Output perintah di atas
memperlihatkan waktu dari awal hingga selesai, bersama dengan waktu user dan sistem yang dibutuhkan. Faktor
lainnya yang dapat Anda minta adalah informasi statistik memori, penggunaan
CPU, dan sistem input/output (I/O).
Hampir semua alat monitoring proses grafis mencakup
beberapa bentuk kendali atau manajemen proses. Salah satu program monitoring
(dan kendali) yang dikenal adalah top.
Berdasarkan perintah ps, perintah top memperlihatkan tampilan berbasis
teks yang menampilkan output berbasis
console yang terus di-update dari proses-proses yang sedang
berjalan yang paling banyak menggunakan CPU. Perintahnya sebagai berikut:
$ top
Setelah Anda menekan Enter, Anda akan melihat tampilan seperti yang ditunjukkan pada
gambar 2 di bawah. Perintah top
memiliki beberapa perintah interaktif: menekan h menampilkan jendela help,
menekan k meminta Anda untuk
memasukkan PID sebuah proses untuk di-kill,
menekan n meminta Anda untuk
memasukkan PID proses untuk mengubah nice
value-nya.
Perintah top
sedikit banyak menampilkan informasi tentang sistem Anda. Proses-proses dapat
diurutkan berdasar PID, usia, penggunaan CPU atau memori, waktu, atau user. Perintah ini juga menyediakan
layanan manajemen proses, dan administrator sistem dapat menggunakan kata kunci
k dan r untuk membunuh (kill)
dan menjadwal ulang (reschedule)
tugas-tugas yang sedang berjalan secara berurutan.
Perintah top
menggunakan jumlah yang sama dari memori, jadi mungkin Anda ingin bertindak
lebih bijaksana dalam pemanfaatannya dan tidak menjalankannya sepanjang waktu. Saat
Anda selesai menggunakannya, Anda cukup menekan q untuk keluar (quit)
dari top.
2.3 SYMMETRIC
MULTIPROCESSING
Linux
2.0 adalah kernel Linux pertama yang mendukung symmetric multiprocessing (SMP)
hardware. Hal ini berarti proses atau
thread yang terpisah dapat berjalan
secara paralel pada prosesor yang terpisah.
Untuk mempertahankan persyaratan sinkronisasi
kernel yang nonpreemptible, SMP menentukan batasan, melalui suatu spinlock
tunggal kernel, sehingga hanya satu prosesor pada satu waktu dapat menjalankan
kode mode-kernel.
Para pengguna distro Ubuntu selalu disarankan untuk
meng-update versi kernel yang
digunakannya. Selain meningkatkan keamanan dan memperbaiki bug yang ada pada versi-versi sebelumnya, kernel yang terus di-update akan memberikan kinerja dan
kemampuan yang lebih baik bagi para penggunanya. Versi kernel terakhir yang
digunakan Ubuntu adalah 2.6.28-11
(untuk Ubuntu 9.04). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi kernel
dan cara meng-install kernel baru
dapat Anda lihat di: https://help.ubuntu.com/community/Kernel/Compile.
Analisis Sruktur Sistem Operasi Windows dan Linux
Linux dan Windows. 2 Sitem Operasi ini mungkin sudah sangat familiar. Well,
disini saya akan menjelaskan perbedaan dari kedua sistem operasi ini, dari segi
Strukturnya.
- Windows
Dari jaman kejaman
perkembangan dunia sistem operasi semakin berkembang.Well, gambar dibawah
adalah Struktur Sistem Operasi Keluarga Windows.
Windows tidak memiliki microkernel murni. Tapi, modifikasi yang Microsoft
lakukan mengacu kepada arsitektur mikrokernel. Setiap fungsi sistem dikelola
oleh hanya satu komponen dari sistem operasi. Windows dikonfigurasi sehingga
banyak fungsi dari sistem luar mikro kernel berjalan dalam mode kernel.
Mode kernel komponen Windows yaitu:
Mode kernel komponen Windows yaitu:
- Executive, berisi layanan sistem operasi seperti manajemen memori, process dan thread manajemen, keamanan, I/O, dan interprocess comunication.
- Kernel, terdiri dari komponen yang paling sering digunakan dan paling mendasar dari sisem operasi. Kernel mengelola thread scheduling, process switching, exception dan interrupt handling, dan sinkronisasi multiprocessor.
- HAL (Hardware abstaction layer)
- Device Driver
- Windowing Graphic system, mengimplementasi fungsi GUI. Seperti kontrol antarmuka dan menggambar.
Client Server
Setiap subsistem lingkungan dan subsistem eksekutif layanan diimplementasikan kedalam satu atau lebih proses. Setiap proses menunggu perintah dari client untuk salah satu layanan.
Keuntungan dari Client Server adalah:
- Meningkatkan kehandalan, setiap layanan eksekutif berjalan pada proses yang terpisah dengan partisi memori dan modul lainnya.
- Client server sangat cocok untuk komputasi distribusi, biasanya komputasi distribusi menggunakan client server, dengan prosedur yang telah ada menjadi sarana yang baik untuk berhubungan dengan client. Contohnya ketika akan berbagi file.
- Kernel
- Shell
- Utilitas
- Application
Kernel adalah bagian
utama dari sistem linux, yang secara lansung mengontrol hardware dan displays
dari level rendah.
Berikut ini beberapa fungsi dari kernel yaitu:
Berikut ini beberapa fungsi dari kernel yaitu:
- Sistem layanan tanggal dan waktu
- File manajemen dan keamanan
- Layanan proses input/output
- Manajemen memori
- Handling proses interupsi
Linux memiliki user interface untuk sambungan dibagian luar kernel linux yang disebut system call. System call menginstruksikan kernel untuk melakukan suatu perintah tertentu sesuai permintaan programmer.
Shell adalah penerjemah (interpreter) pada sistem linux. Shell menerjemahkan
perintah yang diberikan pengguna atau dengan kata lain, shell adalah antarmuka
antara pengguna dengan sistem linux. Beberapa shell Linux antara lain: Bourne
Again shell (/bin, /bash), C shell (/bin, /csh), Korn Shell (/bin, /ksh).
Utilitas disediakan oleh program linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sedangkan Application adalah program yang dibuat oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhannya.
Utilitas disediakan oleh program linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sedangkan Application adalah program yang dibuat oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhannya.
Struktur Directori Linux
File adalah struktur dasar dari sustu sistem komputer yang bertanggung
jawab untuk menjaga data/informasi. Penamaan file pada Unix umumnya terbatas
pada 14 karakter. Kecuali Berkeley Unix dan Linux yang mencapai 256 karakter.
DiUnix atau Linux file-file secara internal ditandai dengan nomor unik yang
dikenal sebagai inode. Karena mengingat angka lebih sulit dihapal dibanding
huruf. Ada 3 kategori utama yaitu:
- Ordinary File
File yang
digunakan untuk menyimpan data, file sumber, dokumen, grafik, dan program objek
lainnya. File ini dapat dibagi menjadi: The text file, Shell scripts, file
executable (binary), The data file (yang telah dikodekan).
- Direktori
File yang berisi
daftar nama dan nomor inode masing-masing file.
- Special Files
File yang umumnya
menyatakan suatu hardware, tetapi juga bisa menjadi file yang terkait antar
proses komunikasi. Ada 3 jenis special file yaitu: Block device file, character
device file, file name pipes.
File sistem Unix / Linux memiliki bentuk seperti pohon (hirarki) terbalik. Dimana puncak bernama root, cabang-cabang akar disebut direktori. Sebagai simbol akar adalah / . Akar memiliki cabang yang dinamakan direktori default yang berarti nama direktori yang dikenal disemua sistem Unix dan Linux.
File sistem Unix / Linux memiliki bentuk seperti pohon (hirarki) terbalik. Dimana puncak bernama root, cabang-cabang akar disebut direktori. Sebagai simbol akar adalah / . Akar memiliki cabang yang dinamakan direktori default yang berarti nama direktori yang dikenal disemua sistem Unix dan Linux.
Kegunaan dari masing-masing Direktori:
- / = Direktori yang berguna untuk menampung semua fileyang terdapat dalam sistem linux.
- /bin = Direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan
- /boot = Direktori yang digunakan saat booting Linux.
- /dev = Direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki komputer. misal /dev/ adalah file dari harddrive dan /dev/fd0 adalah file dari floppy
- /etc = Direktori yang berisi file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux. File ini biasanya dalam bentuk file naskah atau teks.
- /home = direktori ini digunakan untuk menyimpan semua direktori pengguna
- /lib = Direktori yang berisi file-file library yang dibutuhkan oleh program pada direktori root.
- /mnt = Direktori yang berisi direktori yang dapat anda gunakan untuk memounting perangkan pheriperal yang dimiliki PC.
- /proc = Direktori yang berisi buffer file yang digunakan untuk menginformasi proses yang sedang berjalan pada sistem linux
- /root = direktori home untuk root
- /sbin = Direktori yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux
- /tmp = Direktori yang berisi file-file sementara
- /usr = Direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi kepada semua pengguna.
- /var = Direktori yng berisi file data yang dapat berubah-ubah saat linux sedang dalam proses.
PROSES
Proses pada hakekatnya adalah eksekusi program pada
sistem operasi. Sebuah proses akan membutuhkan sumber daya tertentu seperti
waktu pemrosesan, memori, file, dan peralatan I / O untuk menyelesaikan
tugasnya. Sumber daya ini dialokasikan untuk proses yang baru dibuat atau
ketika sedang dieksekusi oleh CPU.
Proses adalah unit kerja dari sistem, atau bisa
dikatakan sistem terdiri da- ri kumpulan proses. Pada sistem operasi terjadi
dua model eksekusi proses, yaitu sistem kode yang dilakukan oleh sistem operasi,
dan user kode atau program yang dijalankan oleh user. Semua proses ini dapat
dieksekusi secara bersamaan. Proses tradisional hanya berisi thread tunggal
pada saat eksekusi, sedangkan sistem operasi modern sekarang mendukung proses
yang memiliki beberapa thread. Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas
berikut di sehubungan dengan proses dan manajemen thread: penciptaan dan
penghapusan baik proses pengguna dan proses sistem; penjadwalan proses; dan
penyediaan mekanisme untuk sinkronisasi, komunikasi, dan kebuntuan penanganan
untuk proses (dead lock).
PROSES PADA LINUX
Sistem operasi Linux dikembang dengan mengadopsi
prinsip-prinsip yang digunakan pada sistem operasi UNIX. pertama kali
ditulis dan dikenalkan oleh Linus Torvald pada tahun 1991. Kernel linux
pada saat awal dikenalkan sudah bisa menjalankan prosesor 80386, merupakan
prosesor 32 bit pertama dari intel.
Prinsip Desain Kernel
Linux
Semenjak Linux mengadopsi UNIX, maka linux juga
mempunyai desain multiuser, multitasking, dan bahkan kompatibel dengan set tool
yang sudah dipunyai oleh UNIX.
Komponen dari Linux System
Linux terdiri dari tiga bagian kode utama, yang
secara umum implementasinya mengacu pada UNIX.
- Kernel, yang secara penuh bertanggung jawab mengelola semua abstraksi dari sistem operasi, termasuk didalamnya adalah virtual memori dan proses.
- System Library, menyediakan set fungsi standar yang memungkinkan aplikasi bisa berinteraksi dengan kernel. Fungsi ini mengimplementasikan fungsionalitas sistem operasi tanpa harus mempunyai akses kode perkode dari kernel.
- System Utility, adalah program yang mempunyai tugas khusus untuk menangani hal tertentu berkaitan dengan sistem operasi. beberapa program hanya dipanggil sekali (biasanya pada saat awal sistem operasi dijalankan) untuk menginisialisasi beberapa aspek dari sistem, dan biasa disebut dengan istilah daemon dalam terminologi UNIX (bisa secara permanen dijalankan pada saat sistem operasi berjalan, digunakan untuk menangani proses seperti merespon pesan masuk pada jaringan, menangani operasi berkaitan dengan printer, menangani akunting atau log sistem operasi, etc.)
1.1.3 LINGKUNGAN PROSES
Lingkungan proses diturunkan dari orang tuanya dan
terdiri atas dua vektor null-terminated[iii][i][iv] sebagai berikut:
Ø Vektor argument berisi daftar argument command-line yang digunakan untuk
memanggil program yang berjalan; secara konvensional dimulai dengan nama
programnya sendiri.
Ø Vektor lingkungan merupakan sebuah daftar
pasangan “NAME=VALUE” yang menghubungkan nama variabel lingkungan dengan nilai
tekstual tertentu.
1.1.4 KONTEKS PROSES
Yang dimaksud dengan konteks proses adalah keadaan
(perubahan konstan) dari suatu program yang berjalan pada setiap titik dalam
satuan waktu. Konteks proses terdiri atas konteks penjadwalan, accounting, tabel file, konteks file-system, tabel penanganan sinyal,
dan konteks virtual-memory.
Konteks
penjadwalan adalah bagian terpenting dari proses konteks; berupa informasi yang
dibutuhkan oleh penjadwal (scheduler)
untuk menghentikan sementara (suspend)
dan menjalankan kembali (restart)
proses tersebut.
Kernel menyimpan informasi statistik (accounting)
mengenai sumber daya yang digunakan saat ini oleh tiap proses dan total sumber
daya yang digunakan oleh proses tersebut sepanjang hidupnya (selama
dieksekusi).
Tabel file (file table) adalah sebuah larik
pointer yang merujuk pada struktur file kernel. Saat membuat system call file I/O, proses merujuk
pada file berdasarkan indeksnya dalam tabel ini.
Bila tabel file berisi daftar file terbuka yang
ada, file-system
context digunakan untuk meminta pembukaan file baru. Root saat ini dan
default direktori yang akan digunakan untuk file baru disimpan di sini.
Tabel penanganan sinyal (signal-handler table)
mendefinisikan rutin dalam ruang alamat proses yang akan dipanggil saat sinyal
tertentu tiba.
Konteks virtual-memory (virtual-memory context)
dari sebuah proses menggambarkan seluruh isi dari ruang alamat pribadinya.
Adapun beberapa status proses yang dikenal dalam
Linux, antara lain sebagai berikut:
Task running :
proses sedang ataupun siap dieksekusi oleh CPU
Task interruptible : proses sedang
menunggu sebuah kondisi. Interupsi, sinyal, ataupun pelepasan sumber daya akan
membangunkan proses
Task uninterruptible : proses sedang tidur dan tidak dapat dibangunkan oleh suatu sinyal
Task stopped :
proses dihentikan, misalnya oleh sebuah debugger
Task zombie :
proses telah berhenti, namun masih memiliki struktur data task_struct di task vektor dan masih memegang sumber daya yang
sudah tidak digunakan lagi
Dua dukungan penting pada Windows adalah Threads dan SMP (Symmetric
MultiProcessing).
Fitur pada Windows yang mendukung Threads dan SMP:
Fitur pada Windows yang mendukung Threads dan SMP:
- Runtinitas sistem operasi dapat berjalan pada processor yang tersedia, dan rutinitas yang berbeda dapat dieksekusi bersamaan pasa processor yang berbeda.
- Windows mendukung penggunaan beberapa threads eksekusi .
- Proses server dapat menggunakan beberapa threads proses permintaan lebih dari satu klien dalam waktu yang bersamaan.
- Windows menyediakan mekanisme untuk berbagi data dan sumber daya.
·
LINUX
Struktur Linux atau Struktur directory Linux tidak hanya berhubungan dengan
software, tapi jg hardware.
Struktur Linux meliputi:
- Kernel
- Shell
- Utilitas
- Application
Kernel adalah bagian utama dari sistem
linux, yang secara lansung mengontrol hardware dan displays dari level rendah.
Berikut ini beberapa fungsi dari kernel yaitu:
Berikut ini beberapa fungsi dari kernel yaitu:
- Sistem layanan tanggal dan waktu
- File manajemen dan keamanan
- Layanan proses input/output
- Manajemen memori
- Handling proses interupsi
Linux memiliki user interface untuk sambungan dibagian luar kernel linux yang disebut system call. System call menginstruksikan kernel untuk melakukan suatu perintah tertentu sesuai permintaan programmer.
Shell adalah penerjemah (interpreter) pada sistem linux. Shell menerjemahkan
perintah yang diberikan pengguna atau dengan kata lain, shell adalah antarmuka
antara pengguna dengan sistem linux. Beberapa shell Linux antara lain: Bourne
Again shell (/bin, /bash), C shell (/bin, /csh), Korn Shell (/bin, /ksh).
Utilitas disediakan oleh program linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sedangkan Application adalah program yang dibuat oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhannya.
Utilitas disediakan oleh program linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sedangkan Application adalah program yang dibuat oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhannya.
Struktur Directori Linux
File adalah struktur dasar dari sustu sistem komputer yang bertanggung
jawab untuk menjaga data/informasi. Penamaan file pada Unix umumnya terbatas
pada 14 karakter. Kecuali Berkeley Unix dan Linux yang mencapai 256 karakter.
DiUnix atau Linux file-file secara internal ditandai dengan nomor unik yang
dikenal sebagai inode. Karena mengingat angka lebih sulit dihapal dibanding
huruf. Ada 3 kategori utama yaitu:
- Ordinary File
File yang
digunakan untuk menyimpan data, file sumber, dokumen, grafik, dan program objek
lainnya. File ini dapat dibagi menjadi: The text file, Shell scripts, file
executable (binary), The data file (yang telah dikodekan).
- Direktori
File yang berisi
daftar nama dan nomor inode masing-masing file.
- Special Files
File yang umumnya
menyatakan suatu hardware, tetapi juga bisa menjadi file yang terkait antar
proses komunikasi. Ada 3 jenis special file yaitu: Block device file, character
device file, file name pipes.
File sistem Unix / Linux memiliki bentuk seperti pohon (hirarki) terbalik. Dimana puncak bernama root, cabang-cabang akar disebut direktori. Sebagai simbol akar adalah / . Akar memiliki cabang yang dinamakan direktori default yang berarti nama direktori yang dikenal disemua sistem Unix dan Linux.
File sistem Unix / Linux memiliki bentuk seperti pohon (hirarki) terbalik. Dimana puncak bernama root, cabang-cabang akar disebut direktori. Sebagai simbol akar adalah / . Akar memiliki cabang yang dinamakan direktori default yang berarti nama direktori yang dikenal disemua sistem Unix dan Linux.
Kegunaan dari
masing-masing Direktori:
- / = Direktori yang berguna untuk menampung semua fileyang terdapat dalam sistem linux.
- /bin = Direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan
- /boot = Direktori yang digunakan saat booting Linux.
- /dev = Direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki komputer. misal /dev/ adalah file dari harddrive dan /dev/fd0 adalah file dari floppy
- /etc = Direktori yang berisi file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux. File ini biasanya dalam bentuk file naskah atau teks.
- /home = direktori ini digunakan untuk menyimpan semua direktori pengguna
- /lib = Direktori yang berisi file-file library yang dibutuhkan oleh program pada direktori root.
- /mnt = Direktori yang berisi direktori yang dapat anda gunakan untuk memounting perangkan pheriperal yang dimiliki PC.
- /proc = Direktori yang berisi buffer file yang digunakan untuk menginformasi proses yang sedang berjalan pada sistem linux
- /root = direktori home untuk root
- /sbin = Direktori yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux
- /tmp = Direktori yang berisi file-file sementara
- /usr = Direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi kepada semua pengguna.
- /var = Direktori yng berisi file data yang dapat berubah-ubah saat linux sedang dalam proses.
PROSES
Proses
pada hakekatnya adalah eksekusi program pada sistem operasi. Sebuah proses akan
membutuhkan sumber daya tertentu seperti waktu pemrosesan, memori, file, dan
peralatan I / O untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya ini dialokasikan
untuk proses yang baru dibuat atau ketika sedang dieksekusi oleh CPU.
Proses
adalah unit kerja dari sistem, atau bisa dikatakan sistem terdiri da- ri
kumpulan proses. Pada sistem operasi terjadi dua model eksekusi proses, yaitu
sistem kode yang dilakukan oleh sistem operasi, dan user kode atau program yang
dijalankan oleh user. Semua proses ini dapat dieksekusi secara bersamaan.
Proses tradisional hanya berisi thread tunggal pada saat eksekusi, sedangkan
sistem operasi modern sekarang mendukung proses yang memiliki beberapa thread.
Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikut di sehubungan dengan
proses dan manajemen thread: penciptaan dan penghapusan baik proses pengguna
dan proses sistem; penjadwalan proses; dan penyediaan mekanisme untuk
sinkronisasi, komunikasi, dan kebuntuan penanganan untuk proses (dead lock).
PROSES PADA LINUX
Sistem
operasi Linux dikembang dengan mengadopsi prinsip-prinsip yang digunakan
pada sistem operasi UNIX. pertama kali ditulis dan dikenalkan oleh Linus
Torvald pada tahun 1991. Kernel linux pada saat awal dikenalkan sudah
bisa menjalankan prosesor 80386, merupakan prosesor 32 bit pertama dari
intel.
Prinsip Desain Kernel
Linux
Semenjak
Linux mengadopsi UNIX, maka linux juga mempunyai desain multiuser,
multitasking, dan bahkan kompatibel dengan set tool yang sudah
dipunyai oleh UNIX.
Komponen dari Linux System
Linux
terdiri dari tiga bagian kode utama, yang secara umum implementasinya mengacu
pada UNIX.
- Kernel, yang secara penuh bertanggung jawab mengelola semua abstraksi dari sistem operasi, termasuk didalamnya adalah virtual memori dan proses.
- System Library, menyediakan set fungsi standar yang memungkinkan aplikasi bisa berinteraksi dengan kernel. Fungsi ini mengimplementasikan fungsionalitas sistem operasi tanpa harus mempunyai akses kode perkode dari kernel.
- System Utility, adalah program yang mempunyai tugas khusus untuk menangani hal tertentu berkaitan dengan sistem operasi. beberapa program hanya dipanggil sekali (biasanya pada saat awal sistem operasi dijalankan) untuk menginisialisasi beberapa aspek dari sistem, dan biasa disebut dengan istilah daemon dalam terminologi UNIX (bisa secara permanen dijalankan pada saat sistem operasi berjalan, digunakan untuk menangani proses seperti merespon pesan masuk pada jaringan, menangani operasi berkaitan dengan printer, menangani akunting atau log sistem operasi, etc.)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar